Profile Depohar 20

Depo Pemeliharaan 20 (Depohar 20) merupakan satuan organisasi di bawah jajaran Komando Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (Koharmatau) yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pemeliharaan tingkat sedang dan tingkat berat terhadap peralatan avionik, elektronika khusus pesawat terbang, peralatan elektronika, persenjaataan udara, dan alat ukur presisi.

 

Sebagai satuan dengan tugas g telah diamanatkan maka sebagai ciri khasnya Depohar 20 mendapatkan Dhuaja dengan semboyan Indra Paksa Karya Sakti. Yang menandakan bahwa Depohar 20 harus dapat menjunjung tinggi kepercayaan dari komando atas dengan dedikasi yang tinggi yang tercermin dalam Dhuaja Depohar 20 ” Indra Paksa Karya Sakti ” yang mempunyai arti :

”Dengan segala kelebihan penginderaan pemberi data (pendengaran, penglihatan) menentukan keampuhan dan kelebihan kemampuan pesawat terbang TNI Angkatan Udara dalam membela kejayaan Nusa dan Bangsa”.

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Depohar 20 mempunyai tiga Satuan Pemeliharaan, dimana masing-masing Sathar memiliki tugas sesuai dengan kemampuan yang ada.

Profil Komandan Depohar 20

komandan depohar20

Kolonel Lek Ir. Teguh Dharmawan, M.T.


Berdasar Kep/22-PKS/IX/2015 Komandan Koharmatau melantik Kolonel Lek Ir. Teguh Dharmawan, M.T., menjadi Komandan Depo Pemeliharaan 20 menggantikan Kolonel Lek P.A. Djoko Santoso, S.E., M.M. di Depo Pemeliharaan 20, Iswahjudi, Magetan, Senin (12/10/2015).

Kolonel Lek Ir. Teguh Dharmawan, M.T, lahir di Tasikmalaya,24 April 1968. Diterima menjadi Calon Prajurit Taruna pada 1986 dan dilantik Presiden RI pada 1989 menjadi Letnan Dua Elektronika. Sejak dilantik sebagai Perwira TNI AU, ayah dua anak dari istri Endaria Prahma Shinta Dewi Giovani ini, memulai karirnya sebagai Pa Dp Lanud Adisutjipto. Berbagai penugasan dan jabatan setelahnya telah dipercayakan kepadanya, diantaranya menjadi Kasi Leksus Subdis Komleksus Diskomlekau, Kasubdit Mindik Ditdik Bidang I Akademik Unhan danDosen Utama Seskoau, Bandung. Pada tahun 1990, beliau  menjabatsebagai Pa Anggota Skadron Avionik 01 Lanud Iswahyudi.Skadron Avionik 01 merupakan cikal bakal terbentuknya Depo Pemeliharaan 20 sekarang ini. Kurang lebih setahun kemudian beliau melaksanakan tour of duty and tour of area  ke Koharmatau di Bandung sebagai Pa Anggota Koharmatau karena melaksanakan pendidikan S-1 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selesai melaksanakan pendidikan, beliau merapat ke Lanud Pekanbaru untuk mengemban tugas sebagai Ka Ruops Lanud Pekanbaru pada 1997. Kemudian masih di Lanud Pekanbaru beliau juga sempat menjabat sebagai Ps. Ka Faslat Lanud Pekanbaru dan Kasi Lek Dislog LanudPekanbaru setelah menjabat sebagai  Ka Ruops Lanud Pekanbaru. Pada 2004, berpangkat Mayor Elektronika, beliau bergeser ke AAU (Akademi Angkatan Udara), Yogyakarta guna melaksanakan tugas baru sebagai Kasubdep Komputer Deplek AAU dan melaksanakan pendidikan S-2 Teknik Elektronika di Universitas Gajah Mada (UGM). Tepat 2 (dua) tahun kemudian beliau kembali melaksanakan tour of duty and tour of areake Jakarta sebagai Kasi Leksus Subdis Komleksus di Diskomlekau, kemudian Kasi Sarpras Sundisbin SDM Dispotdirga pada 2009, Kasubdit Mindik Ditdik Bidang I Akademik Unhan pada 2010, dan Kasubdis Simleksus Diskomlekau pada 2012. Tugas menjadi pendidik di TNI AU, Ir. Teguh Dharmawan, M.T mulai pada tahun 2013 ketika beliau menjabat sebagai Dosen Madya Seskoau dan Dosen Utama Seskoau di Bandung pada 2014, sebelum akhirnya pada Oktober 2015, beliau dilantik dan melaksanakan serah terima jabatan Komandan Depo Pemeliharaan 20 menggantikan Kolonel Lek P.A. Djoko Santoso, S.E., M.M.

Pendidikan militer/kursus yang pernah beliau ikuti antara lain : Sussarcabpalek Tahap I dan II pada 1990, Akta Mengajar V Gadik AAU pada 2004 dan Kursus Tenaga Pengajar Perwira yang mempunyai semboyan “ Tiada hari tanpa belajar” ini selalu menyampaikan pentingnya personel Depohar 20 khususnya untuk mempelajari dan menguasai teknologi perangkat keras dan perangkat lunak guna menunjang profesionalisme dan efektifitas dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan alutsista di Depohar 20.

Sejarah

Saat ini Depo Pemeliharaan 20 telah menginjak usia belia semenjak kelahirannya 15 tahun silam.  Tepat tanggal 16 Maret 1999 terbitlah Skep KSAU No : Skep/4/III/1999 tentang peresmian Organisasi Depo Pemeliharaan 20.   Dengan dikeluarkannya surat keputusan inilah yang menjadikan dasar bagi warga Depohar 20 dalam memperingati hari ulang tahunnya sebagai hari yang bersejarah.

Di usia yang belia ini Depohar 20 telah mampu melaksanakan tugasnya sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan terhadap berbagai peralatan avionik dan elektronika pesawat TNI AU maupun kalibrasi berbagai alat ukur presisi.   Hal ini dapat terlaksana karena kematangannya selama perjalanan yang panjang sebelum menjadi Depohar 20.  Berawal dari mulai pembentukan seksi perawatan radio hingga menjadi Depohar seperti sekarang ini.

Dari Embrio Hingga Lahir

Pada mulanya pesawat-pesawat yang dimiliki oleh TNI AU saat itu merupakan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II berupa pesawat Guntai, Churen, Hayabusa tinggalan Jepang maupun pesawat Dakota dan Mustang dari Sekutu.
Pesawat-pesawat tersebut terbilang masih sederhana dan peralatan elektronik yang ada pada masa itupun masih menggunakan teknologi tabung dengan peralatan avionik yang tidak rumit seperti kompas, yang digunakan untuk navigasi dan radio VHF, sebagai alat komunikasi dari pesawat ke tower.  Perawatan dari komponen tersebut pun masih terbilang mudah sehingga pada masa itu, cukup sebuah seksi perawatan radio di Skadron Teknik/Skadron Udara yang melakukan pemeliharaannya.
Pada masa tersebut,  terdapat beberapa seksi pemeliharaan avionik di seluruh Skadron Teknik di Indonesia. Di Skatek 021 seksi pemeliharaan avionik bertanggung jawab terhadap pemeliharaan Pesawat C-47, C-130B, Cassa, Cessna, C-212-100 dan F-27. Pejabat Kasi Avioniknya  pada masa itu adalah Kapten Lek Djupri (Alumnus Akabri 1972). Sedangkan seksi avionik di Skatek 042 menangani pemeliharaan avionik pesawat F-86, T-33, A-10 dan T-Bird.

Seiring dengan perkembangan teknologi kedirgantaraan, maka teknologi avionik pun tak ketinggalan perkembangannya. Sehingga peralatan avionik yang dipergunakan dalam pesawat tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan navigasi saja, tapi juga diaplikasikan dalam sistem persenjataan ataupun “Mission System”  yang berkaitan dengan operasi udara. Di sisi lain TNI AU memiliki pesawat-pesawat baru dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan udara. Sehingga beban kerja perawatan peralatan avionik pun menjadi bertambah. Oleh sebab itu maka wadah pemeliharaannya mengalami perubahan menjadi Seksi Avionik di Skatek 021 Halim dan Skatek 042 Iswahjudi.   Pejabat Kasi Avionik pada waktu itu adalah Mayor Lek Haryadi (Alumnus Akabri tahun 1968).

Berdasarkan Sprint Danwing 300 Buser No : Sprin/093/VI/1980 Seksi Avionik Skatek 042 berubah menjadi Pusat Avionik Wing 300 Kohanudnas, namun secara struktural masih menjadi bagian dari Skatek 042. Perubahan ini berkaitan dengan kedatangan pesawat-pesawat tempur yang baru dibeli oleh Indonesia yaitu MK-53, A-4 dan F-5.

Berikutnya pada tahun 1983 kedua seksi avionik tersebut berubah menjadi Skadron Avionik 01 & 02 berdasarkan Surat Keputusan KSAU No: Kep/05/IV/1983 tanggal 9 April 1983 Pusat Avionik Wing 300 Kohanudnas berubah menjadi Skadron Pemeliharaan Avionik 01 (Skavionik 01) yang berkedudukan langsung di bawah Danjen Komatau. Dengan Komandan Skavionik 01 yang pertama yaitu Letkol Lek Haryadi. Dengan dasar Skep yang sama, status  Seksi Avionik 021 pun berubah menjadi Skadron Avionik 02 dengan komandan Skavionik 02 pertama yaitu Letkol Lek Sardjono (Alumnus AAU 1967). Perubahan status ini diperlukan berkaitan dengan kedatangan pesawat F-27, C-130H/L-100 dan B-737 di Lanud Halim Perdana Kusumah.

Tepat tanggal 11 Maret, terbitlah Skep KSAU No: Kep/24/III/1985 yang merubah status Skadron Avionik 01 & 02 menjadi Sub Depo Avionik 01 & 02. Terbitnya keputusan ini seiring adanya wacana peningkatan organisasi di lingkungan TNI-AU, yang akan membentuk organisasi Depo Avionik. Saat itu ditinjau dari sisi kemampuan dan produksi Sub Depo Avionik 01/02 sudah layak dibentuk menjadi sebuah Depo.   Kondisi ini bertahan hingga tahun 1987.
Ketika diadakan reorganisasi di jajaran TNI-AU pada tahun 1987, Sub Depo Avionik 01/02 kembali mengalami perubahan setelah keluar Skep KSAU No : Skep/41/III/1987 tanggal 30 Maret 1987 Sub Depo Avionik 01/02 secara resmi berubah menjadi Skadron Pemeliharaan Avionik 01/02. Dengan jalur komando yang semula berada di bawah Koharmatau berubah menjadi di bawah Komandan Lanud setempat. Namun secara fungsi dan perannya dalam pemeliharaan peralatan avionik tetap sama.

Akhirnya secara resmi yakni tanggal 2 Februari 1999 keluarlah Radiogram Asrena KSAU No: TK/11/1999 yang melikuidasi  organisasi Skavionik 01 & 02.  Kemudian disusul Skep KSAU tentang peresmian Depo Pemeliharaan 20 yang merupakan satuan pelaksana Koharmatau berkedudukan langsung di bawah Dankoharmatau. Pejabat Komandan Depohar 20 yang pertama adalah Kolonel Lek Wahono.

Visi Dan Misi

Visi

Terwujudnya kesiapan pemeliharaan avionik, elektronika khusus pesawat terbang, peralatan elektronika persenjataan udara dan Alat Ukur Presisi ( AUP ) menuju kemandirian dalam rangka mendukung kesiapan alutsista TNI AU.

Misi

  1. Mengoptimalkan semua sumber daya guna mewujudkan kemampuan pemeliharaan

 

  1. Menciptakan kondisi aman pada saat sebelum, sesudah dan selama pelaksanaan setiap kegiatan.

 

  1. Melaksanakan kegiatan dengan selalu mengacu pada protap guna mewujudkan jaminan kualitas hasil produksi pemeliharaan.

Tugas Pokok

Tugas Pokok Depohar 20 adalah Melaksanakan Pemeliharaan Restorasi Terhadap Peralatan Avionik, Elektronika Khusus Pesawat Terbang, Peralatan Elektronika Persenjataan Udara dan Alat Ukur Presisi (AUP)

Kalender Kegiatan

Tidak ada event mendatang saat ini.

Foto Komandan Depohar 20

kolonel LEK Wahono1999

2

3

4

5

6

7

8

joko-santoso 2014-2015

tegush-darmawan-2015